DESAIN KEMASAN
Suatu kamus mendefinisikan pengemasan sebagai
desain dan pembuatan kemasan untuk barang eceran, tetapi sebenarnya lebih jauh
dari itu, pengemasan diterapkan sama kepada produk konsumsi untuk produk
industrial. Pengemasan merupakan subjek yang kompleks yang telah menjadi satu
bagian penting dari promosi produk apa saja, walaupun dikhususkan untuk produk
konsumsi, dan ini tidak dapat dipisahkan dari penjualan. Hendaknya dapat
dibedakan antara pengemasan dan kemasan, walaupun keduanya sering diartikan
sama. Pengemasan mencakup keseluruhan konsep termasuk kemasan langsung, bagian
luar, pembungkus dan lain-lainnya, dan bagian yang keseluruhannya berperan
dalam pemasaran dan pemajangan. Sebuah kemasan yang baik tidak akan menjual
produk apapun jika konsep pengemasannya tidak tepat, dan juga tidak akan
menjual produk yang buruk. Sebuah kemasan yang buruk bisa memberikan citra yang
jelek terhadap suatu produk yang sangat baik, bagaimanapun baiknya pemikiran
atas konsep pengemasannya (Danger, 1992:3).
Pengemasan menghubungkan antara dukungan
promosional yang diberikan oleh manufaktur, ruang rak yang ditata oleh
pengecer, dan kebutuhan serta keinginan dari pembeli akhir (Danger, 1992:4).
Ada empat pihak yang tekait dalam konsep pengemasan:
1.
Manufaktur
kemasan merancang dan membuat kemasan tetapi paling berkepentingan dengan
kemasan penjualan.
2. Pemakai kemasan, yaitu perusahaan yang
memasukkan produk ke dalam kemasan yang paling berkepentingan dengan penjualan
produk. Pemakai tersebut bertanggungjawab akan pemasaran.
3. Distributor atau pengecer, yang mempengaruhi
sifat kemasan dan yang merupakan objek dari bagian pemasaran yang dikenal
sebagai perdagangan.
4. Pelanggan, pembeli akhir dari produk yang
diisikan ke dalam kemasan tersebut, yang merupakan objek dari keseluruhan
konsep dan kepadanyalah kemasan tersebut harus berdaya tarik.
Hermawan Kertajaya, seorang pakar pemasaran
menyimpulkan bahwa saat ini fungsi kemasan bukan lagi sebagai pelindung atau
wadah namun juga merupakan suatu alat promosi dari produk yang dikemasnya.
Faktor-faktor Desain Kemasan terdiri dari: faktor keamanan, faktor ekonomi,
faktor pendistribusian, faktor komunikasi, faktor ergonomi, faktor estetika,
faktor identitas, faktor promosi, faktor lingkungan.
Sebuah kemasan mempunyai daya
tarik, digolongkan menjadi dua yaitu daya tarik visual dan daya terik praktis.
(Wirya, 1999) Daya tarik visual pada penampilan kemasan yang mencakup
unsur-unsur grafis untuk menciptakan suatu kesan. Sebuah desain yang baik harus
mampu mempengaruhi konsumen untuk memberikan respon positif tanpa disadarinya.
Daya tarik praktis merupakan efektifitas dan efisiensi suatu kemasan yang
ditujukan kepada konsumen maupun distributor.
Sebuah kemasan yang berhasil
merupakan perpaduan antara pemasaran dan desain, yang harus memenuhi kriteria stand
out (menonjol), contents (isi) kemasan harus dapat memberikan
informasi tentang isi kemasan dan apa yang terkandung dalam produk, distinctive
(unik). Secara keseluruhan desain kemasan harus unik dan berbeda dengan
produk pesaing, suitable (sesuai).
Kemasan merupakan salah satu
pemecahan masalah untuk menarik konsumen karena berhadapan langsung dengan
konsumen. Masyarakat kita merupakan ”low involvement view of a passive
consumer” dan mereka mempunyai kecenderungan lebih banyak menerima dan jika
mereka melihat sesuatu yang menarik mereka cenderung lebih banyak mengingatnya
dan akan percaya terhadap produk tersebut, walaupun produk tersebut tidak
seperti yang dibayangkan. Kemasan mempunyai prosentase yang besar untuk menjual
produk.
Elemen Kemasan
Untuk sebuah produk yang
dijual, seorang desainer harus mengetahui produk tersebut dengan sangat baik.
Desainer harus memahami dengan baik akan kebutuhan, selera, kesukaan, daya
beli, dan kebiasaan membeli dari konsumen. Desainer juga harus mengetahui
kebutuhan dan masalah dari klien. Masalah pemasaran, tingkat persaingan, dan
jumlah budget yang dimiliki klien harus menjadi pertimbangan dalam
merencanakan sebuah proyek desain. Desainer harus selalu ingat bahwa sebuah
kemasan tidak pernah sendirian. Ia akan selalu dikelilingi oleh kemasan-kemasan
yang lain, biasanya dari produk sejenis/kompetitor. Oleh karena itu, penting
untuk terlebih dahulu membandingkan kemasan-kemasan kompetitor tersebut dengan
kemasan yang dimiliki klien (Roth, 1990).
Sedapat mungkin, kemasan harus
tampil menarik agar mampu menarik perhatian calon konsumen. Untuk itu
dibutuhkan strategi kreatif yang merupakan konsep dan penerapan desain kemasan
berdasarkan data-data yang telah diperoleh dari hasil riset seluruh aspek
pemasaran untuk memaksimalkan daya tarik visual. Setelah strategi kreatif
diterapkan proses pengerjaam bisa dimulai, mencakup penerapan unsur-unsur
visual yang akan diterapkan ke dalam halaman kemasan.
Beberapa hal yang dapat
dilakukan mengenai strategi kreatif ini adalah dengan memodifikasi sisi-sisi
tertentu dari suatu produk, antara lain (1) warna, (2) bentuk, (3) merek dan
logo, (4) illustrasi, (5) tipografi, (6) tata letak (Nugroho, 2006). Konsumen
melihat warna jauh lebih cepat daripada melihat bentuk atau rupa. Dan warnalah
yang pertama kali terlihat bila produk berada di tempat penjualan. Warna dengan
daya pantul tinggi akan lebih terlihat dari jarak jauh dan direkomendasikan
sebagian besar kemasan, karena memilik daya tarik dan dampak yang lebih besar.
Tapi selain unsur keterlihatan harus dipertimbangkan pula faktor kekontrasan
terhadap warna-warna pendukung lainnya. Bentuk kemasan merupakan pendukung
utama yang membantu terciptanya seluruh daya tarik visual. Namun tidak ada
prinsip baku yang menentukan bentuk fisik dari sebuah kemasan karena ini
biasanya ditentukan oleh sifat produk, pertimbangan mekanis, kondisi marketing,
pertimbangan pemajangan, dan oleh cara penggunaan kemasan tersebut. Identitas
suatu produk sangat diperlukan sekali. Hal ini untuk membedakan kemasan yang
kita buat dengan kemasan yang lain. Tujuan lain dengan adanya merek atau logo
adalah mengenalkan produk kita kepada masyarakat dalam bentuk non-produk.
Misalnya dalam pamflet, spanduk dan alat komunikasi yang lain. Dengan adanya
simbol-simbol dalam merek atau logo, maka masyarakat akan cepat mengenali
produk kita.
Membuat sebuah logo hendaknya
yang simple, yang menggambarkan ciri khas, mudah untuk dijelaskan,
menggugah, mengandung keaslian dan tidak mirip dengan logo-logo produk lain.
Ilustrasi merupakan salah satu unsur penting yang sering digunakan dalam
komunikasi sebuah kemasan karena sering dianggap sebagai bahasa universal yang
dapat menembus rintangan yang ditimbulkan oleh perbedaan bahasa kata-kata.
Ilustrasi, dalam hal ini termasuk fotografi, dapat mengungkapkan suatu yang
lebih cepat dan lebih efektif daripada teks. Pembubuhan ilustrasi dalam suatu
produk media harus didasarkan pada fungsinya yang khas. Suatu kemasan dipandang
akan lebih berdaya tarik bila dibubuhi ilustrasi, kecuali untuk kondisi
tertentu mungkin tidak diperlukan ilustrasi. Teks pada produk media merupakan
pesan kata-kata, digunakan untuk menjelaskan produk yang ditawarkan dan
sekaligus mengarahkan sedemikian rupa agar konsumen bersikap dan bertindak
sesuai dengan harapan produsen. Tipe huruf harus disesuaikan dengan tema dan
tujuan dari produk itu sendiri. Maka disinilah diperlukan kejelian dalam
memilih huruf atau font yang sesuai atau menjiwai dari produk tersebut.
Menata letak berarti meramu seluruh aspek grafis, meliputi warna, bentuk,
merek, ilustrasi, tipografi menjadi suatu kemasan baru yang disusun dan
ditempatkan pada halaman kemasan secara utuh dan terpadu.
Dalam
merumuskan strategi desain, desainer harus memberi perhatian pada pesan sebuah
kemasan untuk disampaikan pada konsumen yang potensial. Kemasan dapat
menyampaikan pesan mengenai produk, brand, kategori produk, tipe
konsumen, maupun keuntungan yang ditawarkan oleh produk. Kemasan juga mampu
menyampaikan pesan terselubung. Sebagai contoh, warna, bentuk, ukuran, dan
tekstur dapat menimbulkan kesan mewah (emboss, foil, atau kertas yang tidak
biasa). Kemasan transparan, bentuk struktur yang tidak biasa, atau kemasan yang
dapat digunakan kembali (botol, tabung kaca, atau kotak) juga memberikan pesan
yang berbeda. Kemasan adalah simbol dari keseluruhan usaha pemasaran; bukti
fisik dan visual dari produk agar terjual. Oleh karena itu, sangatlah penting
untuk selalu mengingat bahwa dengan hanya menjual produk, kemasan sangat
berperan sehubungan dengan kepercayaan merek.